Senin, 04 Juni 2012

" Pelajari Apapun yang Bisa "

‎" Selagi Muda pelajarilah Apapun yang engkau Bisa pelajari ,"

Karena ,

" Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat "
( QS Mujadillah : 11)

Jariyah ?

" Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendoakannnya "
( HR Muslim no : 1631 )

Kesulitan ?

" Barangsiapa menempuh sebuah jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalannya menuju surga "
( HR. Muslim no : 2699 )

Kuncinya ? Ikhlas

" Allah SWT memberikan al Hikmah ( kebijaksanaan ) kepada orang yang dikehendaki . Barangsiapa yang diberinya al Hikmah maka ia mendapat banyak kebaikan. Hanya orang-orang yang mau berfikir yang dapat mengambil pelajaran / manfaat " .
( QS Al Baqarah : 269 )

Kalau Tidak ?

" Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya dicari untuk mengharapkan wajah Allah, namun ternyata ia tidak mempelajarinya melainkan untuk mendapatkan satu tujuan dunia, maka ia tidak akan mencium wanginya surga pada hari kiamat "
( HR Abu Daud no : 3664 )

Sungguh Allah Maha Pengasih Maha Penyayang .

Senin, 16 April 2012

" aku sungguh mencintaimu "


Rabu, 11 April 2012

" Astagfirullahaladzim "


Jumat, 30 Maret 2012

" Give the Reason "

Give the Reason ,

Assalamulaykum warohmatullahi wabarokatuh
Beberapa waktu yang lalu muncul banyak pertanyaan didalam pikiran saya , hal itu saya rasa diakibatkan karena saya banyak bertemu dengan orang-orang hebat di dunia perkuliahan. Mungkin anda juga pernah mendapati pertanyaan yang sama .

bagaimana seseorang bisa menjadi sangat hebat ?
bagaimana seseorang bisa begitu percaya diri ?
bagaimana seseorang bisa begitu berprestasi ?
bagaimana ? bagaimana ? dan bagaimana ? dan banyak lagi ,

Saya berusaha mencari jawabannya dengan menganalisis, melakukan survey dan melakukan riset sederhana.

Pada artikel ini saya akan membahas mengenai kesimpulan dari riset sederhana saya mengenai bagaimana metode untuk mendidik anak,
baik dalam agama , akhlaq , pelajaran sekolah , serta kehidupan sosial.

Metode ini terdiri dari 4 tahap yang dilakukan secara berurutan (sequential).

1. Opening

Pada tahap ini tujuannya adalah mengenalkan subjek yang ingin kita ajarkan kepada anak. Dengan membawanya ke tempat subjek, melihatnya menonton subjek , memberikannya objek pembelajaran , menonton film tentang subjek, serta ditambah memberikan alasan secara implisit. "Why i must learn this subject ?"

2. Attracting

Pada tahap ini tujuannya adalah membuat anak untuk tertarik dan nyaman pada subjek yang dipelajarinya , dapat dilakukan dengan memberikan suasana yang menyenangkan , dengan media yang mendukung , dengan ditemenin , dan buat anak menjadi lebih tertarik dengan memberikan pancingan-pancingan berupa pengetahuan sederhana. Bisa juga dengan memuji yang dilakukannya , dan memberitahu kelebihan-kelebihannya .

3. Improving

Pada tahap ini tujuannya adalah memberikan materi yang lebih intensif dan pembelajaran kepada anak . Setelah anak tertarik terhadap subjek pelajaran, berikan materi yang lebih intensif tetapi dengan media dan metode yang berbeda. Di tahap ini akselerasi sangat dikedepankan dimana pengisian materi yang berkualitas dan intensif.

4. Implementing and Transfer

Pada tahap ini tujuannya adalah mematangkan materi yang sudah diberikan kepada sang anak, disinilah letak interaksi sosial sang anak. Tahap ini merupakan salah satu tahap yang penting, dengan mengarahkannya untuk memberi tahu temannya apa yang dia ketahui dan mengajarkan pada temannya hal yang sama. Memang, kelihatannya sulit untuk mengatur anak-anak untuk seperti itu , tetapi jika kita mengkondisikan lingkungan dimana tidak ada yang menarik dilakukan selain itu maka itu akan berhasil. Bentuk implementasi lainnya adalah dengan membuat sebuah projek bersama. Salah satunya dengan merumuskan plan and targeting .
Keempat tahap tersebut membutuhkan elemen dasar yang paling penting , yaitu seorang pendamping dan pendidik utama anak. Elemen tersebut adalah ibu.

ibu adalah pendidik utama dalam keluarga.

Seorang ibu mendampingi anaknya selama masa pembelajarannya tersebut , mengajarkan padanya mana yang benar dan mana yang salah. mengarahkan ke pergaulan yang benar. menanamkan norma-norma, 

Seorang pemimpin dunia lahir dan tumbuh dari seorang ibu yang penyayang ,
dalam konteks intelektual dan akhlaq sang anak .

Seorang ibu memiliki standar bagi anaknya. dimana tujuan dari standar itu adalah untuk meningkatkan kualitas anaknya.

Dewasa ini , telah terdistorsi makna " baik bagi anak " .

Betapa besar peran ibu , sebagai tanda besarnya penghormatan kita kepada ibu ,
Sampai-sampai Tuhan pun mengijinkan bahwa surga seorang anak berada dibawah telapak kaki ibu .

Hidup adalah pilihan , karena itu pilihlah yang bijak ,
bagi anak-anak , bagi calon pemimpin bangsa .
engkau akan menjadi ibu yang hebat .

Kebahagiaan sejati seorang wanita adalah dapat melahirkan dan membesarkan orang hebat .

Rian Prima Hardiyanto ,

Sabtu, 24 Maret 2012

" Keep Moving Forward "

Sabtu, 12 November 2011

" SHORT MOMENT LEARN : Reffi Ayo Sholat ! "

Sobat yang berbahagia ,

Alhamdulillah ospek dan UTS sudah selesai jadi bisa melanjutkan menulis di blog (sebenernya cuma alesan aja hehe ^_^) .

saya ingin berbagi cerita ketika saya melihat adik kedua saya Reffina tidak menunaikan ibadah sholat ashar dan magrib . Reffina memang masih kecil tetapi umurnya sudah 10 tahun dan mau 11 november ini . Di dalam islam diajarkan apabila seorang anak berusia 10 tahun disuruh sholat tapi tidak mau maka dipukul supaya mau.

waktu menunjukan segera masuk waktu isya' , saya cukup geram dengan polah adik saya yang satu ini . dengan sedikit menahan emosi pertama saya suruh sholat dengan nada lembut dan baik baik " sudah sholat belum ayo cepet sholat " tetapi ternyata responnya negatif . Reffina malah diem ngambek tidak bergeming . saya semakin geram kemudian saya suruh dengan nada yang lebih keras dan tegas . " cepet sama gek sholat malah . . . udah mau isya' " Reffina tetap diam dan tidak bergeming. Karena kengeyelan Reffi , saya mengambil langkah menggeret reffi ke tempat wudhu dan menyuruhnya wudhu kemudian sholat . Tetapi apa yang terjadi ? Reffina malah diam berdiri di depan keran . Saya menyuruh Reffina wudhu kemudian sholat tetapi tetap saja diam . itu membuat saya agak geram , kemudian saya teringat bahwa kalau sudah 10 tahun dipukul maka saya pukul tetapi pelan pelan atau dalam bahasa jawanya saya "hoyak-hoyak" sambil saya bilang "gek wudhu gek sholat " tetapi hasilnya tetap nihil .

saya sudah menyerah dan putus asa dengan kengeyelan adik saya ini , saya pergi meninggalkan adik saya di depan keran . saya masuk kamar dan tiduran sebentar . kemudian saya teringat bahwa adik saya tetap menjadi tanggung jawab saya , lantas saya kembali ke tempat wudhu dan disana ternyata adik saya masih diam berdiri di depan keran " MasyaAllah . . ." . kemudian saya bilang kepada adik saya " Kok nggak mau sholat itu bagaimana ? sholat itu untuk kamu sendiri . setiap orang islam itu wajib sholat . sholat itu rukun islam . kalau kita sholat itu kita akan selamat , wong untuk kamu sendiri kok nggak mau sholat . . .ini untuk kamu sendiri . " . dan reffina tetap tidak bergeming .

tiba tiba ada panggilan "Ri...." dari arah depan yang ternyata ibu saya . saya kedepan dan meninggalkan adik saya di depan keran lagi . ibu saya menyuruh saya melakukan sesuatu . dan saya selesai melakukan nya .
tiba-tiba saya melihat adik saya Reffina yang sudah basah air wudhu . saya senang dan bangga dengannya .
dia ikut menuju kedepan untuk mengajak ibu saya menemaninnya sholat .
Subhanallah ,

saya sadar , ternyata diamnya yang kedua itu adalah dia sedang berpikir . untuk kemudian dia menambil langkah untuk wudhu dan sholat .

Pelajaran yang dapat saya ambil :

" dalam mendidik anak , marahi dia bukan karena tidak melakukan . tetapi marahi dia kenapa dia ngeyel saat kita memberikan dan mengarahkan kebaikan untuknnya ."

definisi memarahi adalah memberikan penjelasan maksud dan tujuan kenapa kita menyuruh melakukan seperti itu .

ternyata , kenapa anak itu ngeyel ? itu karena dorongan emosional . dan emosi itu biasannya tidak logis .
sehingga sering berdampak buruk .

ketika kita memberitahu maksud dan tujuan apa sebenarnnya yang mau kita arahkan untuk kebaikannya, kita beri waktu dia berfikir dengan meinggalkannya sendirian .

dia akan berfikir.
dan disitulah emosinnya mulai turun dan logikannya mulai naik .
ketika emosinnya sudah habis , dan logikannya memuncak dia akan mulai sadar bahwa memang inilah yang seharusnya dia lakukan karena untuk kebaikannya sendiri .

namun bedannya jika kita memaksakan disaat itu dia harus melakukan dimana kondisi emosinnya yang masih puncak seperti contohnya jika saya tidak memberikan jeda waktu pada adik saya tetapi langsung memaksannya wudhu dengan mewudhukannya dan memaksannya sholat dengan mengeretnnya dan mengawasinnya sholat , nilai-nilai itu tidak akan dia rasuki dan pahami . malah dia akan terluka hatinnya dan memiliki rasa dendam terhadap kebaikan kita .

kesimpulannya ,
dalam mendidik anak butuh pengertian dan pemahaman .
dan ditambah lagi , kepekaan .

semoga bermanfaat .

Jumat, 14 Oktober 2011

" SHORT MOMENT LEARN = PERKENALAN "

Sebuah pelajaran kehidupan yang saya dapatkan ketika moment perkenalan adalah :

" Setelah identitas , yang diperlukan adalah karakter. "

karakter menentukan peran kita , porsi yang tepat dimana kita tempati dan berlaga didalamnya .
karakter menunjukan siapa kita , apa kita , dimanakah dunia kita .
karakter terbentuk dari prinsip yang kita pegang dan kita tegakan .
komitmen menjadi sangat penting , karena itulah kunci dari karakter.

karakter membantu menemukan siapa , apa dan bagaimana menemukan teman .

karena itu ,

setelah identitas , yang diperlukan adalah karakter.